Catat! KPU Akan Kurangi Jumlah Pemilih di Tiap TPS, Ini Alasannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengurangi jumlah pemilih pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan umum (pemilu) serentak 2019. Hasil evaluasi simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada Sabtu (19/8) lalu menunjukkan, pemilih 500 orang tidak cukup untuk mengejar penghitungan yang tenggat selesai pada hari yang sama.

“Sepertinya tidak mungkin menerapkan jumlah pemilih yang maksimal 500 orang itu, kemungkinan besar kita akan kurangi,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra saat ditemui Selasa (22/8/2017).

Pada simulasi yang digelar di Desa Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang itu, KPU tidak berhasil menuntaskan proses penghitungan suara lima kotak suara. Proses penghitungan yang dimulai pukul 14.00 WIB, tidak dilanjutkan setelah kotak suara ketiga tuntas pukul 21.16 WIB.

Dari simulasi juga tergambar penghitungan kotak suara pemilu presiden (pilpres) membutuhkan waktu 1 jam 15 menit, pemilu DPD 1 jam 30 menit, DPR 2 jam 30 menit. “Kalau dihari yang sama penghitungan di TPS ini agak berat bagi kita, karena yang kemarin saja itu kalau kita teruskan bisa sampai jam 4 pagi,” kata Ilham.

Untuk itu, Ilham menyebut KPU tengah mempertimbangkan menggunakan jumlah pemilih antara 300-350 orang ditiap TPS. Rencana ini, menurut dia, perlu dibahas lebih lanjut sebab akan berdampak pada jumlah petugas dan TPS yang juga harus bertambah. “Tentu implikasinya terhadap jumlah TPS dan jumlah petugas kami yang akan bertambah,” kata Ilham.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapatkan pengalaman berharga dari hasil pelaksanaan simulasi yang digelar di Desa Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. KPU setidaknya mengetahui bahwa satu pemilih membutuhkan waktu setidaknya lima menit untuk menuntaskan proses pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Sekitar 4-5 menit. Pemilih dari mulai masuk sampai mencelupkan jari,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di sela kegiatan simulasi, Sabtu (19/8/2017).

Menurut Ilham, dari informasi ini setidaknya KPU bisa memperkirakan berapa banyak pemilih yang bisa terlayani selama proses pemungutan suara. Adapun untuk kegiatan simulasi, KPU menyertakan 500 pemilih.

“Nanti kita lihat 500 pemilih ini apa bisa terlayani semua sampai pukul 13.00 WIB. Kalau memang tidak tentu jumlahnya bisa dikurangi,” kata Ilham.

Ilham menambahkan, bahwa hasil simulasi juga akan menentukan strategi KPU pada pelaksanaan Pemilu 2019 nanti. “Seperti apakah kita butuh juga untuk menambah jumlah bilik suara, atau pola rekapitulasi agar bisa lebih cepat dan mudah. Tentu akan kita lihat dari simulasi ini,” tambah dia.

banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!