Hotman Paris: SMS Hary Tanoe Enggak Ada Mengancam

JAKARTA – Pesan singkat Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoeseodibjo dianggap ancaman oleh Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Kuasa hukum Hary Tanoe, Hotman Paris Hutapea menegaskan, isi dalam SMS tersebut tidak ada unsur ancaman sama sekali.

“Kalimatnya yang ada idealisme calon pemimpin. Enggak ada mengancam, satu kalimat pun dia (Hary Tanoe) tidak bilang mau jatuhkan sanksi kepada pejabat negara yang tak bersih, abuse of power dan semena-mena. Apalagi menuduh Jaksa Yulianto sebagai pejabat seperti itu,” tutur Hotman dalam program iNews Prime, Jumat 9 Juli 2017.

Lebih jauh Hotman menerangkan, Hary Tanoe akan melaksanakan cita-cita untuk memberantas penegak hukum yang tidak bersih ketika dirinya kelak terpilih menjadi pemimpin negeri ini.

“Artinya, di ‘kemudian hari’. Berarti kan pas Hary Tanoe jadi pemimpin nanti, baru dia melakukannya. Ketika Hary Tanoe jadi pimpinan, belum tentu Jaksa Yulianto masih jadi jaksa kan,” sindirnya.

Hary Tanoe menjalani pemeriksaan di Bareskrim pada Jumat 7 Juli 2017. Ia pun menegaskan kalau dirinya tidak bermaksud mengancam pelapor. Dia hanya ingin menyampaikan tujuan dirinya masuk ke dunia politik. Di antaranya untuk memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena,yang transaksional, yang suka abuse of power.

“Hary Tanoe juga sudah mengatakan kalau dia tidak dalam kapasitas untuk mengancam pejabat mana pun di Indonesia, yang diduga tidak bersih,” Hotman menambahkan.

Hary Tanoe mengirimkan pesan kepada Yulianto sebanyak dua kali, yakni pertama pada 5 Januari 2016.

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman.

Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum2 penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power (menyalahgunakan kekuasaan-red).”

“Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan.”

Kemudian Hary Tanoe kembali mengirimkan pesan singkat kepada Yulianto pada 7 Januari 2016.

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman.”

“Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena-mena demi popularitas dan abuse of power.”
(fzy)

Sumber : okezone

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!